INDOPOS.CO.ID-PT Astra International Tbk mulai melirik properti sebagai lini bisnisnya. Pendirian PT Astra Land Indonesia bersama Hongkong Land Ltd, menjadi lini bisnis ketujuh PT Astra International Tbk, setelah bidang otomotif, jasa keuangan, alat berat, pertambangan dan energi, agribisnis, infrastruktur, dan logistik, serta teknologi informasi.

Direktur Astra Paulus Bambang Widjanarko mengungkapkan, hal ini didorong oleh  Astra yang memiliki sejumlah bank tanah (land bank). ”Kami punya banyak land bank di tempat strategis. Lihat saja bengkel-bengkel Astra. Kalau itu dikonversi (jadi properti) bayangkan (untungnya),” ujar Paulus di sela-sela topping Off Menara Astra, Jakarta, belum lama ini.

Dia mencontohkan, bengkel Astra yang berada di Sunter, Jakarta Utara. Bengkel ini ada rencana untuk dipindahkan ke Cikarang, sehingga lahannya bisa dibangun properti komersial.

Menurut Paulus, secara total, bank tanah milik Astra adalah seluas 140 hektar. Namun, bank tanah ini tidak murni dimiliki Astra melainkan juga dikerjasamakan dengan pemilik tanah sebelumnya. ”Dalam 10 tahun ke depan, bengkel-bengkel akan pindah, karena sayang tanah-tanahnya di tempat premium,” terangnya.

Astra Land memiliki beberapa proyek properti tahun ini, diantaranya Menara Astra, Anandamaya Residence, kawasan properti perumahan dan apartemen di Jakarta Timur, dan satu kawasan apartemen lagi yang tidak mau disebutkan, tapi lokasinya di Jakarta.

Chief of Astra Property PT Astra International Tbk, David Iman Santosa mengatakan, progres pembangunan Menara Astra yang memiliki tinggi 260 meter itu sudah sampai tahap finishing. Gedung ini disebut-sebut sebagai gedung tertinggi ketiga di Indonesia di bawah Cemindo Tower (289 meter) dan Wisma BNI 46 (262 meter). ”Menara Astra tingginya 260 meter, maksud dari pada Astra pada saat sekarang Menara Astra merupakan salah satu building yang tertinggi di Jakarta. Tetapi maksud Astra tidak pernah bermaksud ingin membangun building yang tinggi di Jakarta,’  ungkapnya.

Salah satu proyek properti yang akan dibangun ada di satu kawasan apartemen dan perumahan di Cakung, Jakarta Timur. Kawasan tersebut akan dibangun di lahan seluas 100 hektar oleh join venture PT Astra Land Indonesia dengan Modernland Realty (50:50) yang disebut Astra Modern Land. ”Kita di Jakarta Timur ada total development 100 hektar, merupakan development bersama Astra Land Indonesia dengan Modernland Reality untuk membuat suatu join venture lagi namanya Astra Modern land,” tandasnya.

Nantinya di kawasan tersebut ada perumahan dan apartemen yang diperuntukan untuk menengah ke bawah. Di kawasan itu akan ada pusat perbelanjaan Aeon, dan IKEA untuk usaha furniture. Nantinya memang 70 hektar untuk area komersil dan sisanya untuk pengembangan properti lainnya.

Saat ini lahan tersebut telah dimiliki Astra. David menegaskan yang pertama dibangun adalah perumahannya terlebih dulu. Namun, dia tidak menyebutkan luas tanah yang dibangun dan berapa unit yang akan dijual pada tahap I. Nama kawasan ini pun belum dirilis olehnya.

”Masih studi untuk tahap awal berapa cluster dan berapa landed houses. Nanti mau ketemu teman-teman untuk mendiskusikan namanya dan berapa clusster, tapi untuk secara total GFA (Gross Floor Area) develoment itu 1 juta m2 total keseluruhan. Total di sana untuk developement komersial area, landed houses, apartement yang middle price ditotal,” imbuhnya.

Pada tahap I ia menyebut nilai investasi sebesar Rp 4 triliun. Sementara itu secara total pengembangan dibidang properti, pihaknya telah menyiapkan Rp 20 triliun hingga 15 tahun kedepan. (dew)

Categories: News & Event

asyajakarta

ASYA Jakarta located at the most prime area of Jakarta Garden City , East Jakarta and easily accessible from anywhere via Jakarta Outer Ring Road

error:
WhatsApp chat